Langsung ke konten utama

Unggulan

Tentang pagi, dan halaman yang mengingatkanku padamu

 Dear Sandi, Pagi ini langit terlihat lapang dan terang. Matahari naik pelan dari balik atap-atap rumah, menyisakan cahaya hangat yang jatuh di pepohonan. Udara terasa tenang, seolah pagi sedang mengajak siapa pun yang terjaga untuk bernapas lebih dalam, tanpa tergesa. Di suasana seperti ini, aku membuka salah satu halaman buku karya Indra Sugarto. Entah kenapa, saat membacanya, pikiranku langsung tertuju padamu. Ada kalimat-kalimat di halaman itu yang terasa begitu dekat, seolah sedang berbicara tentangmu—atau mungkin, untukmu. Begini kutipannya. “Kapan Kamu Akan Bilang Bahwa Kamu Lelah? (Part 1) Hi, superman! Kapan kamu akan bilang bahwa kamu lelah menanggung semua beban itu di pundakmu sendirian? Kamu hebat sekali. Menerima beban yang seharusnya bukan menjadi bebanmu. Menerima badai yang orang ciptakan kepadamu. Kamu selalu menanggung semua itu sendirian. Seperti superman. Kamu sangat dewasa sekali. Di saat orang lain mengeluh dan merengek seperti anak kecil mengharapkan es krim...

Surat Doa: Ya Allah, Jangan Biarkan Aku Hilang Arah

 Ya Allah…

Di hari-hari yang terasa hampa ini, aku datang kepada-Mu dengan hati yang gemetar.
Aku tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu harus mulai dari mana.
Aku merasa kosong, kehilangan semangat, kehilangan arah —
dan di antara semua kehilangan itu, aku paling takut kehilangan diri dan kepercayaanku pada-Mu.

Ya Allah, aku tahu Engkau Maha Melihat.
Engkau tahu betapa lemahnya aku sekarang,
betapa sulitnya aku untuk bangun, untuk berpikir jernih, untuk melangkah lagi.
Terkadang aku merasa seperti beban bagi dunia,
seperti tidak ada yang membutuhkan kehadiranku.
Tapi jauh di lubuk hatiku, aku tahu — Engkau tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia.
Dan itu termasuk aku.

Maka Ya Rabb, tolonglah aku yang sedang kehilangan cahaya ini.
Bimbing aku untuk kembali mengenal-Mu dengan lembut,
agar hatiku tenang dan pikiranku kuat kembali.
Jangan biarkan rasa takutku membuatku berhenti berjuang.
Jangan biarkan rasa malas menutupi niat baik yang masih ada di hatiku.

Ya Allah, aku tidak meminta jalan yang mudah,
aku hanya memohon hati yang kuat untuk menapaki jalan yang Engkau pilihkan.
Ajarkan aku untuk sabar dalam penantian,
ikhlas dalam kehilangan,
dan tetap bersyukur meski dalam kekosongan.

Jika Engkau takdirkan aku melalui masa sulit ini,
maka jadikanlah ia jalan untukku semakin dekat dengan-Mu,
bukan jalan yang membuatku berputus asa.
Berilah aku kemampuan untuk berpikir jernih,
untuk belajar dengan semangat,
dan untuk menjadi manusia yang bermanfaat di jalan-Mu.

Ya Allah…
Engkau yang membangkitkan jiwa-jiwa yang lemah,
maka bangkitkanlah aku.
Engkau yang menghidupkan hati yang mati,
maka hidupkanlah kembali hatiku dengan cahaya-Mu.

Jangan biarkan aku menjadi hamba yang lupa arah.
Jadikanlah aku seseorang yang Engkau ridhoi —
meski jalanku lambat, meski langkahku tertatih,
selama aku menuju-Mu, jangan lepaskan genggamanku.

Amin, Ya Rabbal ‘Alamin.

Komentar

Postingan Populer